Asosiasi Hotel Nepal (HAN) menyatakan bahwa sektor perhotelan di Nepal telah berinisiatif untuk mengambil tindakan pencegahan terhadap kemungkinan risiko virus corona.

Dilansir dari MyRepublica, Selasa (04/02/2020), HAN dalam jumpa persnya mengemukakan bahwa belum ada wisatawan yang membatalkan pemesanan hotel mereka di Nepal dan mengesampingkan rumor yang menyebar tentang hal itu.

Organisasi tersebut juga mengatakan bahwa Nepal aman dari virus corona meskipun virus yang berasal dari Wuhan, Cina itu telah menyebar di 21 negara.

Ketua HAN Srijana Rana mengatakan bahwa tidak ada dampak coronavirus di Nepal tetapi tindakan pencegahan telah dilakukan misalnya bila ada yang sakit, sudah ia instruksikan untuk mengantarkan ke rumah sakit. Ia mengklaim bahwa adanya virus tersebut belum berdampak di sektor pariwisata.

“Pemerintah telah menjelaskan bahwa Nepal sejauh ini aman dari virus corona. Sekretariat Kunjungan Nepal juga telah mengeluarkan pemberitahuan resmi dan HAN juga mengeluarkan surat edaran yang mendesak anggotanya untuk meminta para tamu untuk mengambil langkah-langkah pencegahan terhadap virus corona dan untuk mengambil mereka ke rumah sakit jika ada gejala yang terlihat dan ditemukan di salah satu tamu, “ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh koordinator program nasional Visit Nepal Year 2020 Suraj Vaidhya mengatakan bahwa coronavirus akan segera berakhir. Namun, yang pasti ia mengatakan agak sulit kedatangan turis asal Cina ke depannya.

Meski demikian, pihaknya tetap bekerja keras untuk bisa mendatangkan wisatawan mancanegara, termasuk dari negara-negara tetangga seperti  India dan Bangladesh, serta dari negara-negara Timur Tengah, Asia Tenggara di antara berbagai negara lain sesuai target yang dicanangkan pemerintah Nepal.