Satu-satunya Bandara Internasional di Nepal, Tribhuvan International Airport yang berada di Kota Katmandu kini tengah berjuang untuk seefisien mungkin dalam memanfaatkan listrik ditengah tingginya daya yang diperlukan untuk menghidupi bandara.

Dilansir dari Simple Flying, otoritas penerbangan Nepal meminta semua orang yang berada di bandara internasional untuk mengurangi pemakaian penghangat ruangan pada musim dingin ini untuk menghemat daya. sehingga peralatan operasional utama dapat berjalan tanpa gangguan.

“Telah ada peningkatan permintaan untuk penggunaan listrik karena cuaca dingin yang secara langsung mempengaruhi komunikasi, alat bantu navigasi dan peralatan pengawasan,” bunyi pernyataan otoritas penerbangan Nepal dalam rilis keterangan resmi mereka.

Di Nepal, pemadaman listrik adalah hal yang biasa terjadi. Meski demikian, pemerintah berjuang semaksimal mungkin meningkatkan jaringan listrik dan pasokan listrik negara dalam beberapa waktu terakhir.

Nepali sendiri sepertiga sumber energi negara mereka berasal dari negara tetangga, India. Untuk itulah, Otoritas Listrik Nepal (NEA) harus mengimpor listrik karena kombinasi dari dua faktor. Pertama, peningkatan permintaan sebagian disebabkan oleh suhu musim dingin dan kedua, penurunan produksi karena volume sungai yang rendah untuk bendungan pembangkit listrik tenaga air di negara itu.

“Jumlah yang kami impor tergantung pada total permintaan, sehingga terus naik atau turun.” – Suresh Bhattarai, Otoritas Listrik Nepal.

Tribhuvan International Airport menjadi satu dari dua bandara internasional yang menjadi pintu gerbang menuju Gunung Himalaya—bandara satunya adlah Bandara Lhasa di Cina.