Anggota parlemen partai yang berkuasa di Nepal telah mengusulkan legalisasi kembali ganja di negara tersebut.

Dilansir dari AP, Senin (10/2/2020) empat puluh enam anggota Partai Komunis Nepal yang berkuasa mengajukan proposal di Parlemen untuk kembali melegalkan produksi dan penggunaan ganja.

Anggota parlemen Partai Komunis Nepal, Birod Khatiwada mengatakan bahwa daerah pegunungan negara Himalaya cocok untuk tanaman dan memungkinkan petani untuk menanamnya dan akan sangat bermanfaat bagi mereka.

“Melegalkan ganja akan membantu para petani miskin dan karena sebagian besar dunia Barat, yang merupakan alasan untuk membuatnya ilegal di tempat pertama, telah mengakhiri larangan tersebut, Nepal juga harus mencabut larangan tersebut,” kata Khatiwada.

Nepal sebelumnya memang melegalkan ganja dan narkotika jenis lainnya, kepopulerannya sendiri terjadi pada tahun 1960-an ketika Kaum Hippi bermukim di sana. Toko-toko dan rumah teh menggunakan iklan dan menjualnya secara legal.

Namun, pada thaun 1976 Nepal melarang penggunaan ganja dengan UU Kontrol Narkotika. Bahkan pemakaiannya bisa dipenjara selama 10 tahun.

Meski legal, penggunaan ganja kerap dilakukan ketika festival dewa Hindu Siwa, yang dijadwalkan akhir bulan Februari ini.