Empat veteran Sherpa, pada Senin, 24 Februari 2020 pergi menuju Gunung Everest. Keberangkatan mereka dalam rangka untuk membuat rekor baru dengan mendaki dan menaklukan gunung tertinggi di dunia itu hanya dalam waktu lima hari di musim dingin yang belum terpecahkan selama tiga dekade terakhir.

Dilansir dari Channelnewsasia, Senin (24/2/2020), dalam tim yang dipimpin oleh Tashi Lakpa, sherpa berusia 34 tahun—yang sukses menaklukan puncak Everest selama delapan kali—itu akan menjadi tim pertama yang mencapai ketinggian 29.035 kaki dalam 27 tahun terakhir di musim dingin yang mana waktu siang menjadi lebih pendek dan tentu pendakian akan menjadi sulit.

Kami tahu itu sangat berisiko dan sulit untuk mendaki Sagarmatha selama musim dingin, tetapi kami sangat baik diaklimatisasi dan dipersiapkan untuk ini,” kata Tashi.

Tim kami adalah tim yang kuat dan kami memiliki keyakinan bahwa kami dapat melakukannya,” tambahnya.

Untuk diketahui bersama, di musim dingin suhu di zona kematian di Everest—yang terjadi karena udara tipis di atas South Col, dapat mencapai -40°C sehingga membuat pendakian menjadi menantang dan penuh resiko ketimbang di musim lainnya.

Pendakian di musim dingin sendiri terakhir dilakukan pada tahun 1993 dan terhenti lantaran banyaknya kegagalan yang terjadi.

Pendaki biasanya menghabiskan beberapa minggu di Everest untuk menyesuaikan diri dan mempersiapkan tawaran puncak, tetapi mengompresi itu menjadi lima hari sangat menantang dan berisiko, kata Kepala Asosiasi Pendaki Gunung Nepal, Shanta Bir Lama.