Pemerintah Nepal akhirnya secara resmi telah membuka kembali aktivitas pariwisata di negara mereka setelah sebelumnya memutuskan untuk lockdown pada pertengahan Maret 2020 lalu seperti dilansir dari Communal News, Sabtu (14//11/2020).

Meski sudah dibuka, namun untuk bisa melakukan kegiatan wisata trekking dan mountaineering ada beberapa syarat berupa mengikuti protokol kesehatan yang harus dilakukan. Adapun syaratnya antara lain:

Pertama, wisatawan mancanegara yang datang ke Nepal harus memiliki asuransi COVID minimal 5,000 USD atau sekitar Rp70,808.750. Kedua, wajib menunjukan surat bebas covid-19 dengan masa waktu pemeriksaan 72 jam sebelum datang ke Nepal.

Ketiga, pengajuan visa on arrival dilakukan di negara asal dengan jangka waktu seminggu sebelum kedatangan melalui email. Keempat, setelah datang ke Nepal, wajib karantina selama satu minggu. Dan kelima memliki dokumen lengkap untuk trekking dari Trekking Agencies Association of Nepal (TAAN).

Beberapa jalur pendakian akan ada petugas yang melakukan pengecekan berkala laporan PCR Negatif yang didapat oleh wisatawan di Kathmandu. Sehingga sebelum trekking harus melakukan test PCR di Kathmandu.

Adapun trek yang sudah bisa dikunjungi antara lain trekking Mardi Himal, trek base camp Everest dan sirkuit Annapurna di bagian Manang terbuka untuk para trekker, dan beberapa puncak bisa didaki.

Selain itu tempat wisata non trekking seperti Pokhara, Chitwan dan Lumbini sudah dibuka